Api Hanguskan 3 Bangunan di Kawasan Pemukiman Padat di Jalan Milono Tanjung Redeb
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kepanikan menyelimuti warga yang berada di kawasan padat penduduk di Jalan Milono, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kamis (6/8/2026) pagi. Dimana kobaran api yang muncul di tengah deretan bangunan dengan cepat membesar dan mengancam permukiman warga di sekitarnya. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau bergerak cepat dengan mengerahkan 10 unit armada beserta seluruh personel yang sedang bertugas.
Asap hitam pekat
membumbung tinggi ke udara, sementara warga berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri dan berusaha mengevakuasi barang-barang berharga. Di sisi
lain, petugas pemadam berjibaku memutus laju kobaran api agar tidak merambat ke
bangunan lain yang berdiri berdempetan di kawasan tersebut.
Berkat kerja cepat
petugas dan kolaborasi berbagai unsur, api akhirnya berhasil dikendalikan
sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dimulai. Meski demikian, tiga
bangunan yang terdiri atas 2 unit toko dan 1 rumah hangus setelah dilalap “si
jago merah”.
Kepala Disdamkarmat
Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan kekuatan
penuh begitu menerima laporan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan mengingat
lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk yang memiliki risiko tinggi apabila
api terlambat dikendalikan.
"Sebanyak 10
unit kami turunkan ke lokasi. Karena kejadian berlangsung pada jam aktif kerja,
seluruh personel yang ada kami kerahkan untuk mempercepat proses penanganan
sehingga api tidak meluas ke bangunan lainnya," ujar Rakhmadi.
Data sementara
mencatat, kebakaran berdampak terhadap tiga kepala keluarga (KK) atau delapan
jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa
maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
"Korban jiwa
nihil. Yang ada hanya kerugian material," katanya.
Proses pemadaman
tidak hanya melibatkan personel Disdamkarmat Berau. Sejumlah unsur turut
bahu-membahu di lokasi, mulai dari TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI),
relawan pemadam kebakaran hingga masyarakat sekitar yang tanpa ragu membantu
petugas mengendalikan kobaran api.
Rakhmadi
mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga kebakaran dapat
segera diatasi sebelum menjalar lebih luas ke permukiman di sekitarnya.
Menurutnya, kerja sama lintas instansi dan kepedulian masyarakat menjadi faktor
penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.
Di balik keberhasilan
tersebut, Disdamkarmat Berau masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan
sarana dan prasarana pendukung pemadaman.
"Kendala utama
tentu dari aspek peralatan yang masih belum memadai. Namun berkat kerja sama
semua pihak, api berhasil dikendalikan," ungkapnya.
Dalam pantauan Poskotakaltimnews
petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik
api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan.
Peristiwa ini kembali
menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat
penduduk. Kecepatan respons petugas menjadi kunci untuk mencegah dampak yang
lebih besar, terutama ketika bangunan berdiri saling berdempetan dan api berpotensi
menyebar dalam waktu singkat. (Sep/FN)